Senin, 30 November 2009

Catatan Hernadi Tanzil: [BUNTELAN BUKU] : Dendam Dinasti Berdarah - John Simon

Dendam Dinasti Berdarah - John Simon

Melengkapi sukacita di hari ini, sebuah buntelan kembali menimpuk diriku, kali ini dari penerbit AKOER yang setia menimpukku dengan buku-buku barunya.

Seperti ciri khas AKOER yang selalu konsisten menerbitkan karya-karya penulis lokal, kali ini AKOER menerbitkan karya seorang Auditor yang menjadi penulis, John Simon.

Jika membaca sinopsisnya dan judulnya sepertinya ini adalah novel thriller yang berkisah tentang perseteruan antar Mafia, mengingatkan karya Widry Ramadhina dengan novel Mertopolis-nya(Grasindo, 2008). Berikut deskripsi lengkap novel ini :

Judul : Dendam Dinasti Berdarah
Penulis : John Simon
Penerbit : Andal Krida Nusantara (AKOER)
Cetakan : I, Desember 2009
Tebal : 223 hlm
Harga : Rp. 60.000,-

Patricia, sang putri – pewaris Cincin Naga, bernyali serat baja. Dengan hati yang berulat dan berkarat. Satu dendam menoreh keyakinan bahwa perang ini harus diselesaikan dengan kemenangan, apapun bayaran-nya! Patricia tidak peduli lagi, ia melumuri dendamnya dengan darah dan tipu muslihat yang melibatkan gangster dan mafia. Tekadnya cuma satu – Menang Mutlak dan ”Tidak ada pilihan lain. Dragon Ring itu harus kurebut kembali!”

Barangkali inilah salah satu novel yang paling berskandal! John simon mengemas perseteruan ala Mafia dengan konflik bisnis keluarga dengan apiknya. Bukan cerita yang semata-mata fiksi tetapi disertai riset dan observasi yang mendalam. Sehingga siapapun yang membacanya akan terseret ke dalamnya; karena memang cerita seperti ini terjadi di Asia, setiap hari di negara manapun. Realitas yang dibangun John Simon memang mencengangkan. Mirip dengan membaca sebuah surat kabar yang dipenuhi dengan politik, intrik dan skandal kotor. Awas jantung anda bisa berhenti tiba-tiba!!!

Tentang Penulis :

John Simon
menyelesaikan pendidikan program MBA di Washington International University. Selain itu ia juga memiliki sertifikat Qualified Internal Auditor dari Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor.

Penulis memperoleh pengalaman di bidang keuangan dan perbankan selama 14 tahun bekerja di berbagai perusahaan multinasional.

Selain bekerja sebagai profesional, penulis juga aktif menulis buku dan artikel di berbagai media massa. Buku yang telah diterbitkan berjudul "Bekerja di Bank itu Mudah" (Gramedia Pustaka Utama, 2004). Novel lain dari penulis adalah "VJ Funky" (Akoer, 2008).

---------***---------

@h_tanzil
http://bukuygkubaca.blogspot.com

Kamis, 19 November 2009

Jatuh Cinta lagi by Ihwan

http://networkedblogs.com/p18191525


Buku ini berisi tentang cerita di balik lirik lagu-lagu yang ditulis Wieke Gur. Wieke Gur, siapa tuh? Juju saja, sebagai generasi muda nan imud (hoeks cuiih) aku sama sekali belum pernah denger yang namanya Wieke Gur. Lagu-lagunya pun aku juga nggak pernah denger.

Di sampul belakangnya ditulis bahwa Wieke Gur sudah berkiprah di dunia musik, dalam hal ini penulisan lirik, selama lebih dari 20 tahun dan membuat beberapa lagu menjadi abadi. Weks, kemana aja gue selama ini? Sebagai orang yang mengaku cinta musik (tapi ironisnya nggak bisa main satu pun alat musik) tentu saja aku jadi merasa penasaran dan pengin tahu isi buku ini.

Ternyata oh ternyata, Wieke Gur merupakan partner kolaborasi dari Elfa Secioria dalam menciptakan lagu. Bang Elfa yang menciptakan musiknya sedangkan Mbak Wieke yang menulis liriknya.

Di dalam buku behind the song ini diulas sekitar 54 lagu, baik itu dari cerita-cerita yang melatar belakanginya maupun tujuan lagu itu diciptakan. Kebanyakan merupakan hasil pengamatan sang penulis atas peristiwa-peristiwa yang dia temui di luar sana, jarang banget yang merupakan pengalaman pribadi sang penulis. Sebagian lagu-lagu di buku ini sengaja diciptakan untuk diikutkan dalam festival musik di luar negeri dan hasilnya tidak mengecewakan, sebagian besar berhasil menjadi jawara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Emang keliatan banget ya perbedaan antara lagu-lagu jaman dulu dan sekarang, terutama pada lirik-liriknya. Lagu jaman dulu liriknya cenderung puitis dan agak mikir untuk mencerna arti di balik lagu tersebut. Nggak kayak lagu jaman sekarang yang blak-blakan, lugas dan langsung to the point. Yang norak dan malu-maluin liriknya nggak masuk hitungan ya he3. Dari semua lagu Wieke Gur yang banyak itu, hanya ada dua yang kukenali yaitu lagu Raihlah Kemenangan dan Pesta.

Dilihat dari rentang waktu lagu-lagunya, buku ini cocok banget buat generasi era 80-90an yang pastinya familiar dengan lagu-lagu ciptaan Wieke Gur. Yaa, semacam nostagila masa-masa remaja lah. Tapi juga nggak menutup kemungkinan bagi generasi muda untuk menikmatinya sekaligus sebagai media bagi yang ingin belajar menulis lirik lagu.

Minggu, 27 September 2009

JakartaPost Review

Senin, 03 Agustus 2009

Jatuh Cinta Lagi






Launching buku Jatuh Cinta Lagi


Akhirnya..mbak Wieke Gur berhasil menyelesaikan penulisan buku yang diberi judul ' Jatuh Cinta Lagi ' peluncuran di lakukan di restoran OASIS - Jakarta, hari Kamis 30 Juli 2009.

Events Peluncuran buku-buku AKOER

Blog ini memuat momen moment dalam peluncuran buku buku AKOER